PROGRAM BELA NEGARA SMA AL-AZHAR MENGANTI KUATKAN JIWA RAGA DAN KEILMUAN UNTUK KETAHANAN NKRI

By adminsmaaz 07 Mar 2022, 10:42:21 WIB Sekitar Kita
PROGRAM BELA NEGARA SMA AL-AZHAR MENGANTI KUATKAN JIWA RAGA DAN KEILMUAN UNTUK KETAHANAN NKRI

   Sudah lebih dari 1 tahun sejak Juni 2020, pembelajaran daring diberlakukan di sekolah seluruh Indonesia akibat pandemic covid-19. Sejak saat itu, pola hidup masyarakat di Indonesia terutama dikalangan remaja, mulai berubah. Mereka lebih banyak menghabiskan waktunya didalam kamar bersama dengan gadget. Istilah mager dan kaum rebahan pun akhirnya menjadi sangat popular. Mager dan rebahan membuat para remaja menjadi pasif dalam beraktifitas. Hal ini tentu membawa sederet dampak negative bagi tubuh mereka diantaranya adalah rentan terkena obesitas, penyakit jantung, mudah lelah dan gangguan psikis seperti mudah emosi, mudah stress dan depresi.

   Generasi muda merupakan tulang punggung negara yang berpeluang besar menjadi pemimpin-pemimpin nasional, baik di masa sekarang ataupun di masa depan. Jika generasi muda kelak adalah mereka-mereka yang tergambar pada remaja bentukan masa pandemic, maka kita patut prihatin. Karena bagaimanapun, ketahanan dan keutuhan NKRI kelak ada ditangan para generasi muda. Untuk itu, kesadaran bela negara sangat penting untuk dibekalkan kepada generasi muda, dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada tanah air, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, meningkatkan keyakinan terhadap pancasila sebagai idiologi bangsa serta membangun kemampuan awal bela negara.

   Nah, menanggapi isu diatas, SMA Al-Azhar Menganti melalui program Bela Negara, bekerja sama dengan TNI/Polri berusaha membawa nuansa mager menjadi kembali seger. Tidak tanggung-tanggung loh, program Pendidikan Bela Negara ini dilaksanakan selama 2 bulan, dimulai pada November 2021 dan Januari 2022. Dalam program tersebut ada 5 materi penting yang disajikan, diantaranya adalah latihan PBB, tertib berlalu lintas, ancaman terorisme terhadap kelangsungan NKRI, ancaman kriminalitas remaja dan narkotika serta kesadaran berbangsa dan bernegara.

   Kegiatan yang dibuat bertahap untuk kelas X IPA dan IPS tersebut berjalan dengan sangat baik, siswa juga sangat antusias selama kegiatan. Ada 6 pleton yang tiap harinya diberikan pelatihan baris berbaris oleh bapak/bapak TNI. Pelatihan baris-berbaris ini sangat baik untuk melatih kedisiplinan, kerapian, kerja sama, kekompakan dan yang lebih penting lagi adalah melatih tubuh yang terbiasa mager dan rebahan itu biar kembali seger. Karena kondisi fisik yang sehat dan kuat pada generasi muda juga menjadi kunci dalam pertahanan dan keamanan suatu negara.

   Sementara itu, pada materi tertib berlalu lintas, siswa diberikan keleluasaan untuk mencari materinya sendiri kemudian mempresentasikan pengetahuannya kepada teman dalam 1 peleton. Share and pair informasi dilakukan selama materi berlangsung, mulai dari informasi tentang rambu-rambu lalu lintas, undang-undang berlalulintas sampai pada tips and triks berkendara yang aman. Kepatuhan berlalu lintas adalah hal sederhana yang sering kali terabaikan. Padahal, kepatuhan remaja dalam berlalu lintas merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar bagi pengguna jalan. Kondisi lalu lintas yang aman dan tertib merupakan salah satu wujud bela negara yang hendaknya dilakukan oleh semua warga Negara Indonesia.

   Siapa yang kenal dengan Bapak Boby Rahman dari Polsek Menganti? Nah, pada tanggal 12 Januari 2022 kemarin, beliaulah yang memberikan materi tentang ancaman kenakalan remaja dan narkotika. Dengan sungguh-sungguh beliau memaparkan tentang macam-macam kenakalan remaja yang bisa berujung pada tindak pidana. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang macam-macam jenis narkotika yang harus dihindari serta bagaimana sikap kita sebagai remaja agar terhindar dari kenakalan remaja dan jeratan narkotika.

   Di hari yang sama, siswa SMA Al-Azhar juga diberikan bekal tentang pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara dengan tema NU dan NKRI harga mati. Materi ini disampaikan dengan sangat bersahaja oleh Ustad Muhammad Hanif , S.Kom yang merupakan ketua GP Anshor kecamatan Menganti. Beliau mengibaratkan Negara Indonesia sebagai rumah, tidak ada seorangpun yang mau rumahnya didatangi maling. Untuk itu, kita harus memastikan jendela dan pintu kita terkunci dengan baik, kalau perlu, diberikan pagar disekeliling rumah supaya lebih aman. Indonesia adalah rumah kita, NU adalah pagar yang melindungi rumah kita agar tetap aman dan nyaman untuk kita tinggali. Sementara kualitas generasi muda adalah kuncinya. Begitulah analogi yang disampaikan oleh beliau yang akrab disapa ustad hanif dalam memberikan pemahaman kepada siswa SMA Al-Azhar mengenai seberapa pentingnya keamanan dan keutuhan NKRI untuk kita jaga.

   Puas dengan serangkaian materi yang diberikan selama 2 bulan, program pendidikan bela Negara ditutup dengan penampilan drama kolosal bertemakkan perjuangan 10 November 1945, yang dibawakan dengan sangat epic oleh siswa-siswi kelas XI. Ketegangan dan rasa pilu yang dihadirkan oleh alur cerita sejak awal hingga akhir, berhasil membuat hati para penonton mengharu biru. Dan akhirnya, sepenggal kisah perjuangan arek-arek Suroboyo itupun berhasil ditutup dengan semangat gempita oleh para aktris dan actor saat menyanyikan lagu garuda pancasila. Semangat yang diharapkan akan terus hidup di dada para generasi muda. Semangat untuk  berperan serta dalam membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, aman, adil dan sejahtera. NKRI Harga Mati!! (snf)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment